Inilah Definisi Hosting, Lengkap Dengan Pengertian, Jenis dan Fungsinya!

share

Dalam membuat website ada banyak hal yang perlu diperhatikan mulai dari nama domain yang unik, hosting, tema website, dan lain sebagainya. Tentu sebagai warga Internet yang baik anda langsung membuka google dan menulis di kolom pencarian “Apa itu hosting”.

 

Kemudian munculah artikel ini di page one dan kalian langsung mengklik artikel ini. Tenang sobat kalian nggak salah buka artikel kok.

 

Kali ini, Jetdino akan mengemas dan membahas definisi secara lengkap apa itu hosting beserta jenis dan juga contohnya. Mungkin daripada lama-lama mending kita langsung bahas, cekidot!

 

Definisi Hosting (Pengertian)

1032 scaled | Jetdino Blog
Sumber Ilustrasi : Freepik

Hosting sendiri merupakan tempat penyimpanan semua file dan data website agar dapat diakses oleh user di Internet. File dan data ini dapat berupa apapun mau gambar, email, script, aplikasi, video, database, dan lain sebagainya. Hosting ini juga bisa dianalogikan sebagai rumah dari suatu website yang menyimpan komponen dalam rumah agar menjadi satu kesatuan yang utuh.

 

Bagaimana Cara Kerjanya Hosting?

Kalau dijabarkan secara singkat, cara kerja hosting bisa jadi seperti ini:

 

  1. Server hosting a yang berfungsi sebagai rumah si website (menyimpan konten penting yang berada dalam website) siap sedia ketika ada user yang mengakses website a misalnya
  2. Ketika user mengetikan domain website a di kolom pencarian browser, mau itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge dll.
  3. Browser meminta server hosting a untuk mengirimkan file website a ke browser
  4. Server mengirimkan file website a ke browser
  5. User dapat mengakses website a dengan nyaman

 

Terlihat simpel kan kelihatannya? Tapi kenyataannya tidak begitu kok. Tidak semua hosting dapat bekerja dalam kondisi normal, ada beberapa kasus dimana hosting sering kali bermasalah, down, terkena bug yang mengakibatkan akses website menjadi cukup lambat.

 

Kita pun harus cermat dalam tempat hosting terbaik untuk website kita agar terhindar dari beberapa masalah diatas. Agar website yang kalian miliki punya sekuritas yang baik, performa yang stabil, dan pengunjung atau pelanggan tidak terganggu aktivitas ketika ingin mengakses website kalian.

 

Maka dari itu, Jetdino menghadirkan solusi dengan layanan hosting yang dibekali dengan teknologi server Litespeed, sekuritas tingkat tinggi dengan Imunify Antivirus, dan juga dukungan support 24/7.

 

Hosting ada berapa jenis sih? Dan bagaimana kekurangan dan kelebihannya?

 

Sama seperti sebelumnya, ibaratkan rumah yang punya banyak jenis seperti apartemen, kontrakan, dan kos-kosan, hosting pun punya banyak jenis yang dapat dibedakan dari spesifikasi dan harga jual yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan kalian.

 

Agar tidak bingung, Jetdino telah merangkum beberapa jenis hosting yang umumnya ditawarkan oleh penyedia jasa hosting.

 

 

SHARED HOSTING

 

Shared hosting merupakan jenis hosting yang server utamanya dipakai secara berbarengan bersama dengan user lainnya. Anggaplah, kalian masuk kuliah yang basisnya asrama yang memiliki kamar mandi, dapur, listrik dan air untuk dipakai bersama mahasiswa lainnya.

 

Sama halnya seperti shared hosting, kalian akan berbagi dengan fasilitas dengan user lainnya, seperti disk space, bandwidth dan fitur lainnya. Yang berarti apabila ada satu user yang memakai source yang terlalu banyak dari user lainnya, maka website kalian akan terkena dampaknya, seperti load website yang lebih lama ketika dibuka.

 

Lebih cocok ke kalian yang sedang membangun: Website/blog pribadi, website portofolio, website bisnis UMKM, Website organisasi kampus.

 

Kelebihan:

  1. Harga lebih terjangkau
  2. Server hosting kita di manage dan di maintenance oleh penyedia hosting
  3. Newbie-friendly
  4. Fasilitas lengkap, tinggal langsung pakai

 

Kekurangan

  1. Jika ada user yang menggunakan fasilitas berlebihan, website kalian ataupun user lain akan terkena dampak lag atau lemot
  2. Adanya limit di storage website kalian

 

 

VPS HOSTING

 

VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting yang sourcenya hanya dipakai oleh satu user saja yang berarti server kalian tidak terpengaruh dengan penggunaan user lain. Kalian memiliki kebebasan untuk memanage resource yang ada secara mandiri, tapi tak lupa kalian harus memiliki skill teknis dalam mengatur server.

 

VPS Hosting jika diibaratkan seperti satu kamar apartemen yang menyediakan fasilitas pribadi lengkap dengan meteran listrik, air, kamar mandi, dan dapur.

 

Lebih cocok ke kalian yang sedang membangun: Website perusahaan, website portal berita.

 

Kelebihan

  1. Private, jadi tidak berbagi sumberdaya dengan pengguna lain
  2. Bebas kustomisasi sesuai dengan keinginan kalian (seperti contoh: mengatur sistem operasi dan konfigurasi yang digunakan)
  3. Dapat mengatur banyak akun hosting
  4. Karena virtual, harga jauh lebih terjangkau

 

Kekurangan

  1. Harus memiliki skill teknis dalam mengatur server

 

 

CLOUD HOSTING

 

Cloud hosting merupakan hosting yang memiliki sumber daya seperti VPS, tapi dengan akses penggunaan seperti Shared Hosting. Yang berarti, kalian tidak perlu memiliki skill teknis dalam memanage server.

 

Jika dianalogikan, seperti kalian memiliki usaha restoran bakmi karena ramai dan selalu penuh kalian membuka cabang resto di tempat lain agar antrian di cabang utama tidak penuh dan ramai oleh pelanggan lainnya. Metode cloud hosting juga berbagi sumber daya ke beberapa server sekaligus yang mana jika 1 server dari situs kalian down, maka server lainnya akan membackup website tersebut.

 

Lebih cocok ke kalian yang sedang membangun: Website bisnis, toko online, website sekolah/e-learning.

 

Kelebihan

  1. Sumber daya yang lebih banyak dengan budget yang minim jika dibanding dengan Dedicated Server
  2. Tidak perlu khawatir akan traffic tinggi
  3. Tidak perlu kemampuan teknis dalam memanage server karena sudah dibantu oleh tenaga ahli

 

Kekurangan 

  1. Harga lebih mahal dari produk VPS dan shared hosting

 

 

DEDICATED HOSTING

 

Dedicated hosting merupakan server yang digunakan oleh satu pengguna khusus. Dengan metode ini, kalian tidak perlu khawatir dengan berbagi sumber daya dengan pengguna lain, mengatur konfigurasi keamanan, dan memanage server lebih detail.

 

Perlu diingat, jika kalian harus melakukan survei terlebih dahulu untuk menggunakan Dedicated Hosting mengingat spesifikasi yang dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan kalian. Menggunakan metode ini juga berarti kalian harus memahami tentang tata cara pengelolaan server.

 

Lebih cocok ke kalian yang sedang membangun: Website bisnis dan proyek skala besar.

 

Kelebihan

  1. Sumber daya lebih besar karena menggunakan 1 server sendiri
  2. Karena menggunakan 1 server sendiri, maka anda tidak perlu khawatir akan adanya traffic down
  3. Kemampuan menyimpan data yang sangat banyak
  4. Dapat memanage server sesuai dengan kriteria sang pengguna (sistem keamanan, sistem operasi, dan konfigurasi yang digunakan)

 

Kekurangan

  1. Harga relatif lebih mahal karena menggunakan 1 server
  2. Harus memiliki pemahaman teknis atau menyewa seseorang yang mengerti bidang tersebut

 

0

Categories

Trending posts

No posts found

Subscribe

Lorem ipsum dolor amet, consecte- tur adipiscing elit, sed tempor.