Sudah kenal dengan Bahasa Zig? Jika belum, ayo kita langsung aja kenalan dulu nih bro. Jangan ngaku developer kalo belum kenal dengan bahasa pemrograman ini.
Bahasa Pemrograman Zig
Zig merupakan bahasa pemrograman sistem modern yang dibuat untuk menawarkan performa tinggi, kontrol penuh atas memori, dan desain yang tetap sederhana. Bahasa ini dikembangkan oleh Andrew Kelley sebagai alternatif yang lebih modern dari C, tanpa meninggalkan karakter low-level-nya.
Zig bersifat statis dan dikompilasi langsung ke native code, serta tidak menggunakan garbage collector, sehingga pengelolaan sumber daya sepenuhnya berada di tangan developer. Zig sendiri transparansi, kejelasan, dan efisiensi, terutama untuk pengembangan sistem, embedded, dan aplikasi dengan kebutuhan performa tinggi.
Bahasa pemrograman Zig pertama kali diperkenalkan dan mulai dikembangkan pada tahun 2015, kemudian merilis versi publik pertamanya sekitar tahun 2016 ketika proyek ini mulai dibagikan secara luas melalui repositori resminya sebagai perangkat lunak open source di bawah lisensi MIT License.
Sejarah Singkat
Nama “Zig” katanya dipilih lewat proses unik yang cukup random tapi terkonsep. Jadi ada skrip Python yang dibuat buat nge-generate kata-kata acak dengan empat huruf, diawali huruf “Z” lalu diikuti vokal atau huruf “Y”. Dari sekian banyak kombinasi yang muncul, malah “Zig” yang kepilih meskipun cuma tiga huruf karena dirasa paling pas sama kriteria yang dicari.
Akhirnya nama itu dipakai karena simpel, gampang diingat, dan enak banget disebut dalam konteks dunia teknologi.
Tujuan Zig
Salah satu misi utama Zig adalah jadi alternatif sekaligus upgrade dari C, dengan ambil inspirasi dari bahasa modern seperti Rust. Zig dirancang supaya lebih kecil dan lebih simpel, tapi tetap powerful. Selain itu, kontrol ke berbagai aspek sistem dibuat lebih eksplisit, jadi developer benar-benar tahu apa yang terjadi dibalik layar.
Kesederhanaannya kelihatan dari desain alur kontrol, cara memanggil fungsi, impor pustaka, deklarasi variabel, sampai dukungan bawaan untuk Unicode. Berbeda dari C, Zig nggak pakai makro atau preprocessor. Semua itu diganti dengan sistem tipe dan arahan kompiler yang lebih modern dan terstruktur.
Zig juga mendukung generic programming saat compile time. Artinya, satu fungsi bisa jalan di berbagai tipe data. Ini didukung fitur reflektif yang memungkinkan akses langsung ke informasi tipe selama proses kompilasi berlangsung.
Mirip C, Zig nggak punya garbage collector dan tetap mengandalkan manajemen memori manual. Tapi buat meminimalkan error, Zig menyediakan option type, sintaksis yang simpel buat memakainya, serta framework unit testing bawaan.
Untuk kebutuhan low-level, Zig juga lengkap. Ada dukungan packed structs (struktur tanpa padding), integer dengan lebar bit fleksibel, sampai berbagai jenis pointer yang bisa dipakai sesuai kebutuhan sistem.
Kelebihan Zig
Zig punya banyak keunggulan yang bikin dia dilirik, apalagi buat developer yang ngejar performa maksimal dan kontrol penuh atas sistem. Karena dikompilasi langsung ke native code, kecepatannya bisa adu kencang dengan C. Dari sisi desain, Zig terasa lebih modern dan lebih ringkas dibanding C++, tanpa fitur tersembunyi yang bikin pusing.
Walaupun tidak menggunakan garbage collector seperti Rust, Zig tetap membantu meminimalkan bug lewat error handling yang jelas dan pemeriksaan keamanan saat proses kompilasi. Ditambah lagi, integrasinya dengan C berjalan sangat lancar, jadi library yang sudah ada tetap bisa dimanfaatkan dengan mudah. Performa tinggi, desain minimalis, dan kontrol sistem yang transparan jadi kombinasi kuat yang membuat Zig menonjol.
Kekurangan Zig
Walaupun komunitasnya terus tumbuh, sampai tahun 2025 Zig masih tergolong bahasa yang relatif baru dan menghadapi beberapa tantangan. Ekosistem serta tooling-nya belum sematang bahasa yang lebih dulu mapan, dan kurva belajarnya cukup terasa, terutama buat pemula yang belum terbiasa dengan pemrograman tingkat rendah.
Materi pembelajaran untuk use case yang kompleks juga masih terbatas, meski jumlahnya terus bertambah. Dari sisi interoperabilitas, integrasi dengan bahasa lain butuh usaha ekstra, khususnya dalam pengelolaan memori dan pertukaran data antarbahasa. Karena Zig tidak memiliki garbage collector, kesalahan dalam manajemen memori seperti lupa melakukan deallocation bisa langsung berujung pada memory leak.
Pengembangan dan Komunitas
Pengembangan Zig dibiayai dan dikelola oleh Zig Software Foundation (ZSF), sebuah organisasi nirlaba yang dipimpin oleh Andrew Kelley. ZSF mendapatkan dukungan dari donasi komunitas serta sponsor, dan juga mempekerjakan beberapa developer secara penuh waktu untuk fokus mengembangkan Zig.
Komunitas kontributornya pun cukup aktif dan terus berkembang, walaupun Zig sendiri masih terbilang dalam tahap awal pertumbuhan. Berdasarkan survei Stack Overflow tahun 2024, developer yang menggunakan Zig memiliki rata-rata gaji sekitar USD $103.000 per tahun, menjadikannya salah satu bahasa dengan kompensasi tertinggi. Meski begitu, hanya sekitar 0,83% responden yang mengaku memiliki keahlian di bahasa ini.
Proyek-proyek yang Menggunakan Zig
Zig sudah dipakai di berbagai proyek software lintas bidang, mulai dari runtime JavaScript sampai emulator konsol game. Beberapa proyek yang ditulis sepenuhnya atau sebagian dengan Zig antara lain sebagai berikut:
- Bun adalah runtime untuk JavaScript dan TypeScript yang dibangun menggunakan Zig. Bun memanfaatkan JavaScriptCore, mesin JavaScript yang juga digunakan oleh browser Safari. Proyek ini dikenal karena performanya yang tinggi, waktu startup yang cepat, serta integrasi yang kuat dengan berbagai pustaka sistem.
- Ghostty merupakan emulator terminal modern yang juga ditulis dalam Zig. Ghostty dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang responsif dan efisien dengan mengoptimalkan keunggulan Zig dalam aspek performa dan manajemen memori.
- TigerBeetle adalah database untuk transaksi keuangan yang dikembangkan dengan Zig. Sistem ini berfokus pada akurasi dan integritas data dalam pemrosesan transaksi, serta dirancang agar andal dan tahan terhadap berbagai kemungkinan kegagalan.
- Deecy adalah emulator konsol Sega Dreamcast yang dikembangkan sepenuhnya menggunakan Zig. Proyek ini masih dalam tahap pengembangan (versi terbaru v0.3.0) dan menunjukkan kemampuan Zig dalam menangani sistem perangkat lunak yang kompleks seperti emulasi perangkat keras.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Zig adalah bahasa pemrograman sistem modern yang menawarkan kombinasi performa tinggi, desain minimalis, dan kontrol penuh terhadap memori. Dikembangkan oleh Andrew Kelley sebagai alternatif yang lebih modern dari C, Zig tetap mempertahankan pendekatan low-level namun dengan filosofi yang lebih transparan dan terstruktur.
Meski ekosistemnya masih berkembang dan belum sematang bahasa yang lebih lama, Zig menunjukkan potensi besar dalam pengembangan sistem, embedded, hingga aplikasi berperforma tinggi. Dengan komunitas yang terus tumbuh dan adopsi di berbagai proyek nyata, Zig menjadi salah satu bahasa yang layak diperhitungkan di masa depan.