Masih pakai password seperti “123456” atau nama panggilan sendiri buat semua akun? Kalau iya, kamu nggak sendirian, tapi kebiasaan ini termasuk salah satu penyebab utama akun mudah dibobol. Di sisi lain, password yang terlalu rumit juga sering bikin orang lupa dan akhirnya malah dicatat sembarangan di tempat yang tidak aman. Yuk kita bahas cara membuat password yang kuat, tapi tetap bisa kamu ingat tanpa perlu dicatat di kertas tempel.
Kenapa Password Lemah Berbahaya?
Password yang lemah membuat akun kamu rentan terhadap beberapa jenis serangan berikut:
- Brute force attack, pelaku mencoba banyak kombinasi password secara otomatis sampai berhasil menebak.
- Credential stuffing, pelaku memakai kombinasi email dan password yang bocor dari layanan lain, dengan asumsi kamu memakai password yang sama di banyak akun.
- Dictionary attack, pelaku mencoba kata-kata umum atau nama yang sering dipakai orang sebagai password.
Kalau password kamu termasuk kategori lemah, ketiga jenis serangan ini bisa berhasil hanya dalam hitungan detik hingga menit.
Ciri-Ciri Password yang Kuat
- Terdiri dari minimal 12 karakter, semakin panjang semakin baik.
- Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
- Tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nama keluarga.
- Berbeda untuk setiap akun, tidak dipakai berulang di banyak layanan.
- Tidak menggunakan kata umum yang ada di kamus.
Langkah-Langkah Membuat Password yang Aman dan Mudah Diingat
Langkah 1: Gunakan Metode Kalimat (Passphrase)
Alih-alih menghafal kombinasi acak yang sulit diingat, coba buat password dari sebuah kalimat unik yang bermakna buat kamu, lalu modifikasi sedikit.
Contoh langkahnya:
- Pikirkan kalimat pendek yang mudah kamu ingat, misalnya “Saya suka makan nasi goreng jam 7 pagi”.
- Ambil huruf pertama dari tiap kata: Ssmngj7p.
- Tambahkan simbol dan variasi huruf besar-kecil supaya lebih kuat, misalnya: Ssmngj7p!.
Hasil akhirnya jadi kombinasi yang terlihat acak bagi orang lain, tapi mudah kamu ingat karena berasal dari kalimat yang bermakna.
Langkah 2: Tambahkan Elemen Unik per Akun
Supaya tidak pakai password yang sama persis di semua akun, tambahkan elemen unik sesuai nama layanan yang kamu pakai.
Contoh:
- Ambil password dasar dari langkah sebelumnya: Ssmngj7p!.
- Tambahkan kode singkat sesuai nama layanan, misalnya untuk akun email tambahkan “Ml” di akhir: Ssmngj7p!Ml.
- Untuk akun media sosial, ganti kodenya, misalnya “Ig” untuk Instagram: Ssmngj7p!Ig.
Dengan begitu, setiap akun punya password berbeda, tapi kamu tetap mudah mengingat pola dasarnya.
Prinsip ini penting banget diterapkan juga ke akun panel hosting kamu, misalnya akun cPanel di Personal Hosting. Akun ini biasanya jadi pintu masuk ke seluruh file, database, dan email website kamu sekaligus, jadi jangan sampai memakai password yang sama dengan akun media sosial pribadi.
Langkah 3: Gunakan Password Manager
Kalau kamu punya banyak akun dan merasa masih kesulitan mengingat variasi password, password manager bisa jadi solusi paling praktis.
- Pilih aplikasi password manager terpercaya (banyak yang tersedia gratis dengan fitur dasar).
- Install aplikasinya di perangkat kamu, baik di HP maupun komputer.
- Simpan password akun-akun kamu di dalam aplikasi tersebut, biasanya terenkripsi secara otomatis.
- Kamu hanya perlu mengingat satu master password untuk membuka aplikasi tersebut, sisanya aplikasi yang akan mengisi otomatis saat kamu login ke akun terkait.
Langkah 4: Cek Kekuatan Password Kamu
Sebelum benar-benar dipakai, ada baiknya kamu memastikan password yang dibuat memang sudah cukup kuat.
- Gunakan fitur pengecekan kekuatan password yang biasanya tersedia saat proses pembuatan akun di banyak layanan (biasanya muncul indikator warna merah, kuning, hijau).
- Pastikan indikator menunjukkan level kuat sebelum melanjutkan.
Tips Tambahan
- Aktifkan 2FA di akun penting, sebagai lapisan keamanan tambahan selain password.
- Ganti password secara berkala, terutama untuk akun-akun penting seperti email utama atau panel hosting.
- Jangan bagikan password ke siapa pun, termasuk lewat chat atau email biasa yang tidak terenkripsi.
- Waspada terhadap email phishing yang mencoba menjebak kamu memasukkan password di halaman palsu.
Soal panel hosting tadi, akun cPanel di Personal Hosting Jetdino sudah dibantu Imunify Antivirus yang menyaring aktivitas mencurigakan secara otomatis, tapi perlindungan ini akan jauh lebih maksimal kalau dikombinasikan dengan password yang kuat dari langkah-langkah di atas, karena sistem keamanan sebaik apa pun tetap butuh kredensial login yang tidak mudah ditebak.
Password yang aman tidak harus rumit sampai bikin kamu sendiri lupa. Dengan metode passphrase dan sedikit variasi per akun, kamu bisa punya password kuat yang tetap mudah diingat. Kalau masih merasa kewalahan, password manager bisa jadi solusi praktis untuk mengelola banyak akun sekaligus.
Kalau kamu mengelola akun hosting atau website untuk bisnis, keamanan akses jadi hal mendasar yang wajib diperhatikan. Jetdino menyediakan Personal Hosting dengan Imunify Antivirus bawaan, serta layanan Security & Antimalware untuk membantu melindungi website dan akun kamu dari berbagai ancaman siber. Yuk, mulai perkuat keamanan akun kamu dari sekarang bareng Jetdino, karena Bisnisnya Lancar, Cuan Semakin Gencar.